Makanan Tradisional Minangkabau Yang Lezat Sudah Mulai Jarang Ditemukan Dan Hampir Hilang Terabaikan - Jasa Google Ads | Jasa Whatsapp Blast

Makanan Tradisional Minangkabau Yang Lezat Sudah Mulai Jarang Ditemukan Dan Hampir Hilang Terabaikan

Berkembangnya zaman

Plesirankotatua berhasil membuat tulisan mengenai menu tradisional asli dari tangan urang awak Minangkabau rasanya sangat lezat sudah mulai jarang sekali ditemukan di pasar bahkan sudah hampir hilang ditelan zaman bahkan ada sudah mulai dikenal kembali. Nah, apa saja menu yang menjadi hidangan asli dari Sumatera Barat ini yang cukup melegenda bahkan tersohor di masanya berikut penjelasannya.

1. Kue Talam.

Poto oleh: cookpad.com

Makanan ini terbuat dari singkong berpadu dengan santan yang menyatu terbentuk dua lapisan. Tersebut kue talam di zamannya sangat digemari karena rasanya manis, gurih, dan legit. Lapisan singkong ditambah dengan santan kental yang telah mengeras diatasnya menjadi paduan yang serasi sebagai cemilan khas anak sekolahan sekitar tahun 1980 an. Saat sekarang sudah sangat jarang ditemukan penduduk lokal Minang yang menyediakan menu ini di tempat jajanan dan hanya di waktu tertentu saja seperti di pasar pabukoan ataupun acara penting suatu daerah atau nagari.

2. Paruik Ayam.

Poto oleh: salah-nama.blogspot.com

Sangat tradisional sekali yang terbuat dari singkong yang diparut yang dikukus sampai matang kemudian dibaluri dengan gula cair ataupun dengan gula aren. Paduan rasa yang sangat unik bahkan ada terasa krenyes krispi, manis gurih, serta mengenyangkan. Di zamannya menjadi jajajan penting anak sekolahan dengan harga yang sesuai dengan selera dan diburu untuk dijadikan selingan untuk istirahat telah sangat jarang ditemukan, kalau ada akan yang dijual itupun waktunya hanya tertentu saja. Menu sangat tradisional ini masih banyak peminatnya itupun dari generasi tahun 1970 an dan 1980 an yang ingin bernostalgia dengan makanan ini.

3. Lompong Sagu.

Poto oleh: pinterest.com/pin/330733166360553118/

Kue yang sudah mulai langka dan sangat jarang sekali ditemukan ini terbuat dari tepung sagu dengan pisang kepok dan gula aren ini terasa sangat manis dan legit. Proses pembuatannya sangat unik dibungkus dengan daun pisang dan di panggang diatas bara api ini akan mengeluarkan aroma kekhasan lompong sagu sudah mulai tercium. Kenyal gurih dari santan kental dan mengenyangkan ini merupakan menu yang hanya ada di Minang. Kalau tersedia itupun hanya terbatas di daerah nagari dan acara penting saja. Lokasi yang terpusat penjualnya ada di Pasar Alai Padang serta di daerah Jl. Andalas Raya. Itupun tergantung waktu jual dan harinya sesuai dengan permintaan pasar.

4. Onde Onde Sipuluik.

Poto oleh: saribundo.biz

Bentuk bulat, ditengah berisi gula merah dan dibaluri dengan kelapa parut kering. Makanan tradisional ini disebut juga dengan klepon sangat gurih dan lezat manis gula aren menjadi pilihan terbaik untuk snack di waktu luang. Menu ini sudah mulai jarang ditemukan dan hanya di waktu tertentu saja seperti acara pasar atau pakan nagari. Penjual sudah mulai jarang membuat karena kalah dengan makanan impor yang membanjiri pasar makanan di daerah.

5. Lapek Bugih.

Poto oleh: kidalnarsis.blogspot.com

Menu tradisional dari ranah Minang yang satu ini terbungkus di daun pisang  dengan tekstur yang kenyal dan agak lengket. Setelah anda kunyah di mulut akan terasa manis dan gurih karena isiannya bisa berupa kelapa parut dengan gula pasir atau gula merah. Adonan yang dibuat ini berasal dari tepung ketan hitam atau tepung ketan putih sesuai dengan selera yang zamannya dibawa sebagai hantaran untuk berbuka puasa ataupun sebagai jajanan anak sekolah. Sangat harum dan lezat hanya dari bahan yang sangat sederhana saja bisa menghasilkan kuliner lezat tapi sekarang ini sudah mulai jarang dijumpai penjual yang mau menyediakan kuliner ini karena waktu simpan yang sangat singkat menjadi alasannya karena tidak ada tambahan pengawet makanan.

6. Lapek Pisang.

Poto oleh cookpad.com

Termasuk menu yang sangat fenomenal yang tak akan terlupakan sampai sekarang. Dari bahan yang sangat sederhana saja tercipta sebuah hidangan yang menjadi legendaris dengan rasa yang manis dan mengenyangkan. Tidak butuh bahan yang rumit sudah bisa membuat hidangan sebagai bekal untuk anak sekolah bahkan sebagai hantaran bagi sanak saudara di nagari kampung halaman. Terbuat dari pisang kepok yang sudah sangat matang sekali dicampur dengan tepung terigu, gula pasir, vanili, hingga garam dibungkus di daun pisang kemudian di kukus, bahkan ada campuran ketan putih atau hitam untuk satu porsi. Hanya bahan ini saja bisa anda nikmati tapi sekarang sudah mulai terlupakan bahkan sudah sangat jarang ditemukan.

7. Pinyaram.

Poto oleh: idntimes.com

Kue khas dari ranah Minang ini sangat khas seantero Sumatera Barat. Tersaji hanya banyak di hari perayaan tertentu seperti Lebaran dan adat nagari sebagai itupun hanya terbatas jumlahnya. Terbuat dari campuran dari bahan yang sangat sederhana dari gula pasir atau gula serta dari tepung beras atau beras hitam. Keunikan memasakan di tungku bersamaan dengan minyak panas dan lebih enak tersaji hangat. Ketersediaanya hanya terbatas di beberapa tempat saja sebagai pusatnya di daerah Kayu Tanam yang masih menjual setiap hari dan sudah menjadi destinasi kuliner penting di Sumatera Barat. Untuk segi rasa sudah mulai disesuaikan dengan selera pembeli dimulai dari rasa original, durian, pisang, dan lainnya.

8. Bubur Kampiun.

Poto oleh: pesona-minangkabau.blogspot.com

Campuran aneka kolak lezat asli dari ranah Minang juga sudah mulai sulit ditemukan. Walaupun ada porsi yang dijual tidak begitu banyak. Aneka jenis kolak lezat seperti kolak pisang, biji salak, bubur putih, ketan hitam, kacang ijo, dan lainnya penyajiannya disatukan dalam satu piring dengan takarang masing masing. Setelah menyatu kemudian disiram lagi dengan gula merah siap disantap dengan lahapnya. Lokasi yang sampai sekarang ini masih ada penjual yang ulet dengan dagangannya ini ada di Pasar Simpang Haru Padang.

9. Es Tebak.

Poto oleh: syenni.blogspot.com

Es tebak ini hanya dijual di beberapa lokasi saja itu pun hanya di restoran besar dengan harga yang cukup relatif sedikit mahal. Sebenarnya di zamannya hanya minuman es segar yang di jual di pekan [pasar satu minggu sekali] dengan campuran bahan yang sangat sederhana seperti cincau, nangka, tape, alpukat, suiran daging kelapa muda, kolang kaling, dan sudah pasti ada tebaknya [adonan dari tepung beras yang di bentuk seperti mie mirip cendol]. Penyajiaanya keseluruhan bahan ini sudah pasti di beri serutan es dan sirup merah ditaburi dengan susu kental manis.

10. Lamang Tapai.

Poto oleh: erudisi.com

Lamang dan tapai kedua paduan yang sangat cocok sekali untuk disantap saat waktu sore menjelang dengan rasa gurihnya lamang dan manisnya tapai. Tapai yang disajikan berasal dari ketan hitam yang telah di fermentasi sehingga menjadi sebuah hidangan tradisional Minang yang sampai sekarang masih sangat disukai. Lamang yang dibuat dari beras ketan putih dicampur dengan santan kelapa kental yang dibalut dengan daun pisang kemudian dimasukan ke dalam bambu muda kemudian dipanggang di bara api. Saat sekarang kuliner ini masih dapat ditemukan di pasar tradisional di kota Padang itupun jumlahnya tidak terlalu banyak hanya beberapa porsi saja. Sudah mulai tersisihkan dengan aneka jenis makanan impor yang lebih manarik tetapi peminatnya menu ini sampai sekarang masih di cari untuk di santap di waktu senggang.

11. Sarang Balam.

Poto oleh; cookpad.com

Sebenarnya makanan riangan ini sudah hampir terlupakan tetapi dengan maraknya wisatawan yang datang ke ranah Minang membuat nama sarang balam sudah mulai dikenal kembali. Kuliner ringan ini sebenarnya berasal dari nagari kampung halaman yang mengolah bahan sederhana dari ubi kuning yang diparut kemudian di bentuk seperti sarang balam yang di goreng. Setelah tercetak akan diguyur dengang gula merah saat setelah dingin kemudian di bungkus. Hidangan ini sudah mulai banyak dijual di toko oleh-oleh sehingga anda bisa menikmati kembali kuliner yang sempat terlupakan.

12. Arai Pinang.

Poto oleh: segehnyo.blogspot.com

Makanan ringan yang terbuat daru tepung beras dan campuran santan kelapa yang dicetak menggunakan tangkai pinang ini menjadi perhatian karena awalnya terlupakan sekarang sudah mulai dikenal kembali. Sajian yang sangat sederhana ini kuliner khas nagari dari Minang dibuat untuk kudapan senggang yang kress kriuk cocok sebagai teman minum teh atau kopi. Agak sedikit keras kalau buat orang tua agak sulit dikunyah karena keterbatasan gigi untuk menggigit. Arai pinang digoreng dengan bentuk bulat adanya cetakan bekas pinang disatukan dengan adonan ini di goreng di minyak panas. Disukai rasanya gurih dan kruk kruk saat dikunyah ini asli dari ranah Minang bisa didapatkan di beberapa toko ole-oleh dalam bungkusan berat tertentu.

13. Kue Sapik.

Poto oleh: belanga.id

Makanan ringan yang terbuat dari tepung beras dan beberapa bahan lainnya seperti santan kelapa, gula pasir, kayu manis, hingga garam ini menjadi adonan dasar untuk membuat kue sapik. Sebagian orang menyebutnya kue semprong tetapi di ranah Minang berbeda, cetakannya berntu dilipat seperti sapu tangan saat masih dalam kondisi panas. Rasa manis dan gurih ini sangat disukai dan banyak dijumpai saat lebaran Iduk Fitri sebagai hidangan penyambut tamu di nagari kampung halaman. Untuk hari biasa snack ini sangat jarang dijumpai di pasar tradisional hanya ditemukan di toko oleh-oleh dengan harga yang cukup relatif mahal.

14. Dadiah.

Poto oleh: oleholehminang.com

Maha karya dari nenek moyang yang menyajikan kuliner yang sehat sudah ada sejak dulu. Susu kerbau yang di fermentasi ini telah menjelma sebuah kuliner wajib saat anda berada di kampung halaman. Susu segar yang di perah pada pagi hari yang telah di saring ini langsung dimasukan ke dalam buluh bambu sebagai tempat proses fermentasi berlangsung. +/- 2 hari dadiah sudah siap disantap dengan tambahan ampiang dan tambahan gula merah pada saat penyajian. Rasa asam dari susu kerbau tersebut menjadi unik mungkin sebagian orang tidak menyukai. Dadiah ini terbentul hanya dari susu kerbau saja, jika diganti dengan susu sapi dadiah yang diharapkan tidak ada terwujud.

KESIMPULAN.

Sebagai anak nagari yang mencintai kuliner asli Minang harus kembali ke selera asal agar tidak hilang begitu saja walaupun zaman tetap berjalan resep asli nagari sendiri jangan pernah terlupakan. Mungkin rincian ini hanya beberapa saja dan masih banyak lagi resep tradisional nenek moyang yang terlupakan bahkan terabaikan begitu saja. Dengan anda mencicipi kuliner asli Minang ini secara tidak langsung telah membantu sanak saudara yang membuat atau menjualnya menjadi pendapatan ekonomi buat mereka. Olahan kuliner tradisional dan asli resep turun temurun ini tetap eksis tergantung dari kita semua, apakah ingin mempertahankannya atau melupakan. Saat terbaik untuk kembali ke selera asal adalah saat pulang kampung halaman atau pulang basamo bersama keluarga untuk mencari kuliner ini menjadi destinasi oleh-oleh ataupun sebagai wisata kuliner di Sumatera Barat. Semoga bermanfaat.

Dapatkan Info Produk Terbaru Kami

Masukan Alamat Email Kamu Disini

Gabung bersama media kami.